STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) merupakan salah satu perguruan tinggi pemerintahan yang ada di Indonesia dan berada dalam naungan Kementrian Keuangan Republik Indonesia. STAN sendiri memiliki beberapa bidang spesialisasi diantaranya Akuntansi, Perpajakan, Pajak Bumi dan Bangunan/Penilai, Kebendaharaan Negara, Kepabeanan dan Cukai, dan Kepiutanglelangan. Oleh karena itu, para lulusan dibekali pengetahuan dan keterampilan serta keahlian profesional sesuai dengan spesialisasinya dalam rangka memenuhi kebutuhan pegawai dan mencetak kader-kader pengelola keuangan negara pada unit-unit di lingkungan Departemen Keuangan dan instansi pemerintah lainnya seperti Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).
Ini nih salah satu cita-citaku dulu sejak lulus SMA , pada awalnya saya mendapat info mengenai sekolah ini dari salah satu guru favoritku sewaktu SMP, beliau adalah Ibu Siti Nurbaya (Guru Matematika). Sebenarnya hal ini saya dapatkan dengan ketidaksengajaan. Karena memang pada saat itu tepatnya waktu kelas 2 SMA, saya dan beberapa temanku (Mey, Frans, dan Anto) berkunjung ke rumah beliau pada saat hari Idul Fitri dengan maksud bersilaturahmi. Disana kami berbincang-bincang ala kadarnya saat diawal, namun ketika putri beliau (kurang tau juga siapa namanya, hehe :) ) datang dan menemani kami berbincang, entah dari mana awalnya juga, arah pembicaraan kita langsung mengarah kepada mau lanjut kemana kita setelah lulus SMA nantinya. Saya yg pada saat itu masih bercita-cita ingin menjadi seorang guru besar Matematika dan pendiri yayasan pendidikan, langsung menyaut kalau saya bakalan lanjut di bidang Pendidikan Matematika. Temanku mey di STMIK Adi Guna, Frans yang pada saat itu masih belum tau, dan Anto menjawab ke biologi. Sedikit tentang Anto yah, padahal temanku ini sebelumnya mengambil bidang gambar di STM (SMKN 3 Palu) namun karena ia merasa passionnya lebih ke biologi, maka ia memutuskan untuk ambil jurusan tersebut. Disela pembicaraan kami, putri beliau menganjurkan untuk mencoba test di STAN. Saya yang pada saat itu sama sekali belum mengetahui tentang STAN, bengong tak berbentuk. Kemudian, ia menjelaskan, bahwa lulusan dari STAN akan langsung diangkat menjadi PNS dan bekerja di Departemen Keuangan dan instansi pemerintahan. Hal itu langsung membuatku galau. Ternyata ia pernah ikut testnya tapi gak lolos, dengan alasan bahwa soalnya itu sebenarnya gak sulit hanya saja butuh kecepatan dan ketepatan. Wah ... kayak cerdas cermat aja .. hehe :) . Dapat bocoran yang penting lagi nih, bahwa ternyata yang di test itu bukan pelajaran IPA melainkan berupa TPA dan Bahasa Inggris. Wuah TPA apa lagi tuh ??. Saya pada saat itu bingung seketika, :D . TPA (Tes Potensi Akademik) dimana soalnya itu berupa matematika keseharian, analogi, sinonim, antonim, bahasa indonesia, tes spasial, dan sebagainya. Dan parahnya kebanyakan dari peserta yang gak lolos katanya adalah karena jatuh di nilai bahasa inggris, secara STAN memiliki sistem penilaian tersendiri. Pikiranku saat itu adalah hal ini patut untuk dicoba, rasa penasaran itu yang bergejolak.
Sepulang dari rumah beliau, saya benar-benar merasakan galau. Rasa bingung yang menghampiri, disatu sisi hal ini bisa dianggap sebagai peluang mendapatkan jaminan kedepannya (PNS), dengan bersekolah kurang lebih 1 - 3 thn (Program Diploma), dan bisa berkesempatan untuk belajar menjadi seperti pak Helmy Yahya dan Ibu Sri Mulyani (Mantan Menteri Keuangan) yang juga menjadi sosok yang dikagumi selama menjadi pejabat publik. Yang ada dipikiran saya saat itu adalah jika kelak ini adalah jalanku, maka cita-citaku menjadi seorang pendiri yayasan pendidikan toh tidak mutlak harus memiliki basic ilmu di bidang pendidikan, jadi insya Allah bisa berjalan keduanya. Keesokan harinya, saya langsung mencari-cari info tentang sekolah ini di internet, mulai dari profile hingga tipe soal yang diujiankan. Serasa seperti demam yang tak berkesudahan, saya terus-terusan menginginkan sekolah itu sampai-sampai tak jarang terbawa mimpi. Segala usaha mulai dari membeli buku latihan soal STAN dan TOEFL, melatih diri mengerjakan soal-soal STAN siang sampai malam, shalat tepat waktu, melaksanakan shalat tahajud dan shalat hajat, mengikuti berbagai TRY OUT baik yang diselenggarakan di KPPN Palu maupun yang diselenggarakan secara online oleh lembaga bimbingan belajar yg ada di luar Palu. Pada saat Try Out di KPPN, alhamdulillah saya menduduki peringkat ke-6 dari sekitar 120-an peserta dan saya mendapatkan buku Latihan Soal STAN. Hal ini menambah koleksi buku latihanku dan semakin membuatku terus bersemangat menggapainya.
Demi mewujudkan mimpiku ini bisa dibilang ku berjuang mati-matian. Pada saat saya ingin membeli buku STAN, saya sama sekali belum memiliki uang, saya yang saat itu duduk di kelas 3 SMA, setiap harinya menyisihkan uang jajanku yang /harinya Rp. 3000,- demi membeli buku latihan secara online yang saat itu harganya adalah Rp.175.000,- . Saya juga biasanya membersihkan halaman, mencabut rumput depan rumah, mencuci piring, mengepel lantai, dan mencuci piring biar bisa mendapatkan uang tambahan dari ibu. Sebenarnya ibuku bukanlah sosok yang pelit memberikan uang untuk anaknya apalagi untuk sebuah pendidikan, hanya saja saya pada saat itu ingin selalu berusaha sendiri dan juga gak pernah bilang kalau saya ingin mencoba test di STAN. Karena teringat bahwa orang sukses itu jangan dilihat dari hasil akhirnya tapi pelajarilah prosesnya, dan itu tak mudah. Ternyata hal itu berefek kepada saya yang semaksimal mungkin melakukan semuanya dengan usaha sendiri. Dari hasil kerja kerasku tersebut selama beberapa hari, akhirya uang tersebut bisa saya gunakan untuk membeli paket Try Out Online seharga Rp. 125.000,- dan mencopy beberapa buku penunjang lainnya sekitar Rp. 25.000,- . Saya juga yang sadar bahwa kemampuan bahasa inggrisku pada saat itu masih dibawah rata-rata, maka saya berjalan-jalan ke toko buku ramedia dan mencari buku Cliffs TOEFL yang menurut teman-teman seperjuangan STAN 201, buku tersebut sangat baik untuk dijadikan referensi dalam belajar TOEFL demi menjawab test bahasa inggris STAN. Setelah hampir 1/2 jam saya mencarinya akhirnya saya mendapatkannya. Namun sayang, karna saya belum memiliki uang pada saat itu, buku Cliffs TOEFL (Rp. 103.000,- ) yang stoknya tinggal 1 harus saya selipkan diantara tumpukan buku lainnya agar tak satupun orang yang dapat menemukan dan membelinya. Sepulang dari toko buku itu, pikiran saya tak henti-hentinya memikirkan buku tersebut, saya takut kalau saja saya kalah cepat dengan orang lain. Akhirnya saya pun update status melalui salah satu jejaring sosial (Facebook) yang isinya : " saya butuh uang 103rb" .. dan ternyata status itu malah dibaca oleh kakak perempuanku, Tari. Dia langsung memanggilku, dan berkata : "besok kamu ambil uang di ATMku, mungkin hanya sekitar 150rb juga di dalamnya, tapi setidaknya cukup buat beli buku yang kamu mau,, asalkan kamu giat belajar" . Mataku langsung berkaca-kaca, dengan penuh semangat saya langsung berterima kasih kepada Allah yang telah memudahkan langkahku lewat kakakku.
Ini nih buku yang diperjuangkan mati-matian buat mendapatkannya . Namun sayangnya buku hadiah dari kategori 10besar TRY OUT di KPPN lupa nyimpannya dimana :(
Ini nih buku yang diperjuangkan mati-matian buat mendapatkannya . Namun sayangnya buku hadiah dari kategori 10besar TRY OUT di KPPN lupa nyimpannya dimana :(
Pelaksanaan USM STAN di Tahun 2011 ternyata berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, selain pelaksanaan yang lebih lambat (sekitar bulan Agustus), ternyata terdapat perubahan tahap dan berkurangnya spesialisasi bidang yang dapat dipilih oleh peserta USM. Di Tahun 2011, terdapat penambahan tahap bagi seluruh peserta USM, bahwasanya tidak hanya mereka yang memilih spesialisasi kepabeanan dan cukai saja yang akan melewati tes kesehatan dan kebugaran melainkan kini diberlakukan kepada semua peserta USM yang telah dinyatakan lolos tahap ujian tulis (TPA dan TBI). Selain itu juga, spesialisasi yang disediakan hanya program D1 Perpajakan dan D1 Kepabeanan dan Cukai, padahal kalau ditahun-tahun sebelumnya terdapat sekitar 6 spesialisasi dan 7 program diploma.
Sebelum mengikuti Ujian Tulis TPA dan TBI, maka kami diharuskan mengikuti tahap seleksi administrasi terlebih dahulu, dan berdasarkan info dari laman USM STAN (http://www.usm.stan.ac.id) bahwa peserta yang lolos tahap ini berjumlah 53.646 pelajar dan berhak mengikuti seleksi ujian tulis TPA dan TBI pada tanggal 21 Agustus 2011. Dan nama saya ada 1 diantara 53.646 pelajar tersebut.
Tiba saatnya mengikuti ujian tulis, saya yang berdomisili di Kota Palu mengikuti Ujian Tulis STAN di Ruang Kelas SMAN 2 Palu. Jumlah peserta yang mengikuti seleksi STAN dari daerah Sulawesi Tengah pada tahun ini sekitar 98 orang. Jumlah ini lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya, karena kebanyakan dari mereka yang sebelumnya berminat sudah keterima di berbagai universitas. Pengawasan ujiannya sungguh ketat dan benar-benar membuat saya hanya berfokus pada soal yang ada dihadapan saya. 150 Menit tpun elah berlalu, tanda selesainya ujian ini, dag dig dug itu yang benar-benar saya rasakan setelah ujian dinyatakan selesai, berbagai macam doa dan ayat kursi tak hentinya saya alunkan dalam hati. Semua kepasrahan diberikan kepada yang Maha Berkehendak.
Sesampainya di rumah, saya seolah tak mau lagi mengecek jawaban yang telah saya pilih saat ujian, semuanya benar-benar saya pasrahkan kepada Allah SWT. Sebulan lebih telah berlalu, tibalah pada hari dimana hasil USM STAN Tahap 1 yang berupa Ujian Tulis diumumkan. Saat itu tepat tanggal 29 September 2011, 2 hari setelah hari ulang tahunku. Pada saat ulang tahunku, tak henti-hentinya doa saya panjatkan demi kelolosan saya pada ujian STAN ini, karena itulah hadiah terindah yang Allah SWT berikan jikalau saya bisa lolos, pikirku saat itu. Tidak bisa tidur menjelang pengumuman itu. Tepat jam 05.00 WITA saya langsung membuka laman resmi STAN untuk melihat info itu. Kageeeeeeeeeeeeeeeeettt, ucap, dan sujud syukur yang saya lakukan saat itu ketika melihat nama saya berada dalam daftar peserta yang berhak mengikuti seleksi tahap selanjutnya. Langsung saja saya memberitahukan ibu dan kakak perempuanku dan langsung memeluk mereka. Subhanallah, sungguh Luar Biasa kebesaranmu Ya Allah. Ini tandanya saya berhak mengikuti Tes Kesehatan dan Kebugaran di Makassar. Alhamdulillah :) . 2orang yang dinyatakan lolos dari Palu, saya dan temanku Muh. Magfirramaldan dari SMAN 1 Palu.
Saya yang pada saat itu juga berstatus mahasiswa FKIP Pend. Matematika, UNTAD berarti harus mengambil cuti beberapa hari dari perkuliahan yang tengah aktifnya belajar. Namun sayangnya ketika saya bermaksud meminta izin kepada ketua prodiku saat itu, malah tidak mendapat izin (katanya ini bukan wewenang beliau). Untuk itu saya pergi seleksi dan status saya Alpa dalam beberapa mata kuliah yang saya tinggalkan.
Tes tahap II dilaksanakan tanggal 4 Oktober dan waktunya itu sangat singkat buat saya untuk mempersiapkan diri, namun tak ada kata menyerah sampai titik darah penghabisan. Sejak pengumuman itu, saya latihan lari-lari, karena menurut info dari berbagai forum diskusi online STAN bahwasanya tesnya itu berupa lari selama 20 menit dan lari membentuk angka 8 sebanyak 10kali. Pagi, sore, dan malam saat itu saya terus-menerus latihan. Bahkan sore hari sebelum tahap seleksi itu tiba, saya pun masih latihan.
Tanggal 2 Oktober kami (saya, kakakku, dan ka dika) telah berada di Makassar . Kota dimana akan menjadi saksi perjuanganku.
Tes Kesehatan dan Kebugaran STAN akan dilaksanakan di Gedung Keuangan Negara Kota Makassar. Yang dimana ternyata seleksinya dibagi menjadi beberapa waktu, dan saya masuk ke dalam pelaksanaan di Hari Selasa. Nah, untuk itu, pas Hari Seninnya, saya melihat-lihat mereka yang tes lebih awal. Wahhhh mereka kebanyakan cewek semua, dan pada hebat-hebat lagi larinya. Ada yang mencapai 6 putaran lebih dalam waktu 20 menit atau sekitar 1800-an meter. Hal ini semakin membuatku deg-degan menghadapi hari esok.
Ini nih gambar gedung pelaksanaan Tes Tahap II STAN ..
Hari seleksi pun tiba, saat itu saya harus melewati tes kesehatan dulu berupa tes mata, tinggi, berat badan, tensi, gigi, perut dipencet2 dan lutut ditoki2 (gak tau apa maksudnya :D ..). Setelah selesai tes kesehatan, lanjut ke tes kebugaran. Sama seperti yang saya lihat sehari sebelumnya. Tes kebugarannya itu lari mengelilingi lapangan selama 20 menit, kemudian lanjut lari angka 8. Huahaha bisa dibayangkan capeknya gimana kan?.
Selang 20 harian setelah tes tahap ke II tibalah hari pengumuman untuk tahap selanjutnya. Alhammdulillah SAYA GAGAL, :D . Itu artinya masih ada jalan yang lebih baik daripada di STAN yang telah disediakan Allah SWT di luar sana.
Apapun tesnya, buat adik2 yang bakalan tes STAN, selalu persiapkan diri sebaik mungkin karena setiap tes ada penilaiannya. Dan menurut info yg saya peroleh setiap tes ada yang gugur (3x penyaringan) :D . SEMANGAT TERUS :)
STAN '11
Sesampainya di rumah, saya seolah tak mau lagi mengecek jawaban yang telah saya pilih saat ujian, semuanya benar-benar saya pasrahkan kepada Allah SWT. Sebulan lebih telah berlalu, tibalah pada hari dimana hasil USM STAN Tahap 1 yang berupa Ujian Tulis diumumkan. Saat itu tepat tanggal 29 September 2011, 2 hari setelah hari ulang tahunku. Pada saat ulang tahunku, tak henti-hentinya doa saya panjatkan demi kelolosan saya pada ujian STAN ini, karena itulah hadiah terindah yang Allah SWT berikan jikalau saya bisa lolos, pikirku saat itu. Tidak bisa tidur menjelang pengumuman itu. Tepat jam 05.00 WITA saya langsung membuka laman resmi STAN untuk melihat info itu. Kageeeeeeeeeeeeeeeeettt, ucap, dan sujud syukur yang saya lakukan saat itu ketika melihat nama saya berada dalam daftar peserta yang berhak mengikuti seleksi tahap selanjutnya. Langsung saja saya memberitahukan ibu dan kakak perempuanku dan langsung memeluk mereka. Subhanallah, sungguh Luar Biasa kebesaranmu Ya Allah. Ini tandanya saya berhak mengikuti Tes Kesehatan dan Kebugaran di Makassar. Alhamdulillah :) . 2orang yang dinyatakan lolos dari Palu, saya dan temanku Muh. Magfirramaldan dari SMAN 1 Palu.
Saya yang pada saat itu juga berstatus mahasiswa FKIP Pend. Matematika, UNTAD berarti harus mengambil cuti beberapa hari dari perkuliahan yang tengah aktifnya belajar. Namun sayangnya ketika saya bermaksud meminta izin kepada ketua prodiku saat itu, malah tidak mendapat izin (katanya ini bukan wewenang beliau). Untuk itu saya pergi seleksi dan status saya Alpa dalam beberapa mata kuliah yang saya tinggalkan.
Tes tahap II dilaksanakan tanggal 4 Oktober dan waktunya itu sangat singkat buat saya untuk mempersiapkan diri, namun tak ada kata menyerah sampai titik darah penghabisan. Sejak pengumuman itu, saya latihan lari-lari, karena menurut info dari berbagai forum diskusi online STAN bahwasanya tesnya itu berupa lari selama 20 menit dan lari membentuk angka 8 sebanyak 10kali. Pagi, sore, dan malam saat itu saya terus-menerus latihan. Bahkan sore hari sebelum tahap seleksi itu tiba, saya pun masih latihan.
Tanggal 2 Oktober kami (saya, kakakku, dan ka dika) telah berada di Makassar . Kota dimana akan menjadi saksi perjuanganku.
Tes Kesehatan dan Kebugaran STAN akan dilaksanakan di Gedung Keuangan Negara Kota Makassar. Yang dimana ternyata seleksinya dibagi menjadi beberapa waktu, dan saya masuk ke dalam pelaksanaan di Hari Selasa. Nah, untuk itu, pas Hari Seninnya, saya melihat-lihat mereka yang tes lebih awal. Wahhhh mereka kebanyakan cewek semua, dan pada hebat-hebat lagi larinya. Ada yang mencapai 6 putaran lebih dalam waktu 20 menit atau sekitar 1800-an meter. Hal ini semakin membuatku deg-degan menghadapi hari esok.
Ini nih gambar gedung pelaksanaan Tes Tahap II STAN ..
Hari seleksi pun tiba, saat itu saya harus melewati tes kesehatan dulu berupa tes mata, tinggi, berat badan, tensi, gigi, perut dipencet2 dan lutut ditoki2 (gak tau apa maksudnya :D ..). Setelah selesai tes kesehatan, lanjut ke tes kebugaran. Sama seperti yang saya lihat sehari sebelumnya. Tes kebugarannya itu lari mengelilingi lapangan selama 20 menit, kemudian lanjut lari angka 8. Huahaha bisa dibayangkan capeknya gimana kan?.
Selang 20 harian setelah tes tahap ke II tibalah hari pengumuman untuk tahap selanjutnya. Alhammdulillah SAYA GAGAL, :D . Itu artinya masih ada jalan yang lebih baik daripada di STAN yang telah disediakan Allah SWT di luar sana.
Apapun tesnya, buat adik2 yang bakalan tes STAN, selalu persiapkan diri sebaik mungkin karena setiap tes ada penilaiannya. Dan menurut info yg saya peroleh setiap tes ada yang gugur (3x penyaringan) :D . SEMANGAT TERUS :)
STAN '11






Tidak ada komentar:
Posting Komentar